Banner

Ebook 125 Backlink Gratis

Ebook 125 Backlink Gratis; Bicara masalah backlink emang sangat dibutuhkan untuk membangun suatu web atau blog supaya bagus di mata paman google selain itu jugapada akhirnya situs Anda teroptimasi dengan baik, trafik meningkat dan pendapatan pun  melonjak. Di 125 backlink list yang berisi situs – situs berpagerank tinggi mulai dari pagerank 7 hingga pagerank 10 dimana kita bisa menanam backlink. Bagi kamu yang ingin mencoba mendapatkan backlink gratis cara efektif supaya cepat menaikkan ranking blog.

Photobucket
                                                Download DISINI

Selamat mencoba semoga artikel yang singat ini bisa bermanfaat bagi sahabat Blogger, kamu juga bisa membaca Trik Artikel Berada Halaman Awal Google

Ungkapan Cinta

Photobucket

   Kasidah Ibrahim Naji

(Ungkapan Cinta) Hatiku, Allah merahmati cinta
Cinta laksana bangunan tinggi imajinasi, kemudian rubuh
Berilah aku minuman, dan minumlah di atas embunnya
Ia membuatku takut ketika air mata mengairi
Bagaimana cinta itu menjadi berita
Dan salah satu pembicaraan asmara
                 ******
Berilah aku kebebasan, lepaskan taganku
Sungguh aku telah memberikan yang selalu kujaga
Ah, karena ikatan mu pergelagan tanganku berdarah
Mengapa aku membiarkannya padahal ia tidak menyelamatkanku
Untuk apa aku pelihara janji yang tidak engkau jaga
Jika tidak, untuk apa terbelenggu dan dunia ada padaku
Kini air mataku telah kering, maafkanlah
Ia sebelummu tak pernah berkurban.

Kasidah AL-Buhairah La Marten yang di terjemahkan Ali Mahmud Thaha

Aduhai, beginikah kita berjalan
Mengarungi gelombang ketepian tidur
Menyelami waktu di tengah malam
Tampak membuat jiwa kurus dan usung
Tepi kehidupan mencolok mata
Sebagaian berlalu tak lama setelah yang lain
Dan merapat kebumi?!
                    ******  
Mari kita cintai pagi dan hidup penuh cinta
Dalam hidup ini kita membutuhkan satu sama lain
Mari kita segera mengikuti jejak waktu
Kepergian sudah nyatakan selesai
Dalam hidup ini kita di tengah lautan
Tak ada tanah untuk tempat perapatan
Tak ada tampak pelabuhan
Kita berjalan mengarungi gelombangnya
Ia pun ikut berlari pula.    

Selamat membaca, semoga bisa bermanfaat. baca yang ini juga Cinta Dan Kesenangan                  

Seorang Ibu Yang Sudah Rentan


Photobucket






   Seorang Ibu Ia telah menunaikan kewajibannya, mengiklaskan, pengorbananya, dan menyempurnakan tugas sampai anak-anaknya besar. Wahai para putra dan putri, apakah sekarang kalian akan meningalkannya seorang diri dari sebuah pojokan nan jauh disana supaya tidak lagi terdegar suaranya yang gemetar, yang dikhawatirkan mengeruhkan kesenangan kalian?!

   Apakah kalian sudah lupa betapa sering ia tergoncang saat perselisihan, tidak tidur agar kalian bisa beristrirahat, mendekap kalian dihangatan dadanya yang dibaluri cinta dan kasih sayang. Betapa ia sering mendongengkan cerita para kakek, juga mengorbankan tidur dan istrirahatnya demi membahagiakan kalian.

   Rambut kepalanya telah memutih. Kerutan wajahnya semakain banyak. Kesampingkanlah semua  itu. Mungkin saja tetamu kalian dikagetkan oleh gerakannya yang tidak harmonis, pemikirannya yang terbelakang, dan sebagainya.

   Kalian lupa masa-masa suaranya yang membahagiakan hati kalian, tawanya menyemangati hidup kalian, dan nyanyiannya membuat kalian tidur dengan tenang. Beginikah kalian member balasan pada makhluk paling terhormat dan hatinya yang paling mulia?!
Kamu bisa membaca yang ini juga Hidup Mengajariku
                    
                        Selamat Membaca, semoga bisa bermanfaat.

Jadilah Engkau Balsam

Photobucket


Jadilah engkau balsam bila waktumu menjadi angka

Dan jadilah engkau kue bila selaimu jadi 'alqam"

Hidup telah membuatmu mencintai segala kekayaan

Janganlah engkau kikir untuk nafkahkan sebagian bagi kehidupan

Buat baiklah kendati tidak mendapatkan balasan sekalipun dengan pujian

Balasan apa yang di harapkan hujan bila mana jatuh?

Siapa yang memberi balasan pada bunga yang menebar semerbak?

Dan siapa pula yang memberikan balasan pada burung bul-bul yang berkicau?

Hitung lah kebaikan orang-orang baik bandingkan dengan keduanya

Akankah engkau dapatkan keduanya lebih mulia dari mereka

Aduhai, ambillah ilmu tentang cinta kasih dari mereka

Sesungguhnya kudapatkan cinta sebagai ilmu yang lurus

Andai kata yang ini tidak menebar semerba dan yang ini tidak berkicau

Ia akan hidup tercela dan ia akan hidup hina

Maka, buatlah untuk kebahagian dan kesenangan orang lain

Jika mau,engkau akan hidup senang dan bahagia.

   Ungkapan kata indah diatas dari Elia Abu Madhi yang judul Jadilah Engkau Balsam, inti dari  ungkapan  kata diatas agar kita selalu berbuat baik antar sesama manusia.

        Terimakasih telah  membaca artikel Jadilah Engkau Balsam Jadilah Engkau Balsam , semoga bisa bermanfaat

Sesuatu Yang Menyakitkan


   Mengapa ada kepedihan, penderitaan, dan kemalangan?
Kenapa ada kezaliman, kedengkian, dan ketakutan?
Mengapa ada sesuatu yang menyakitkan?
Keterasingan, kesendirian, kedukaan dan kemurungan, serta kesedihan atas orang yang meninggal dunia menorehkan perasaan menyakitkan. tetapi, mengapa hidup sampai menyakitkan seperti ini?!

Photobucket
   Mengapa orang-orang yang suka berderma dan hidup mulia malah tersiksa. orang-orang yang baik dan tulus seperti mereka mengapa tersiksa, sedangkan banyak orang yang egois dibiarkan hidup bersuka cita.

   Barang kali jawabanya karena kelompok yang baik dan saleh memilii nurani, kesadaran dan kepekaan yang tajam. Rasa sakit adalah harga yang dibayarkan orang terhormat yang peka berinteraksi dengan sekitarnya.

   Semakin sempurna kedermawaan seseorang dan semakin tumbuh kesadaran insaninya, semakin bertambahnya rasa sakitnya. tindaklah kalian tahu bahwa di kedalaman cinta ada kenikmatan dan yang menyakitkan. rasa sakit menunjukan kedalaman, luas, dan cakupan kehidupan, juga kekayaan dan kemanusiaannya.

                  Selamat Membaca, semoga bisa bermanfaat.

Hidup Mengajariku

Photobucket

   Hidup mengajariku dua langkah dalam menyasati manusia. Satu langkah kuikuti dalam hal apa yang bisa kudapatkan dari orang lain, dan satunya lagi kuikuti dalam hal apa yang bisa didapatkan perasaanku pada suatu yang tidak bermanfaat, dan aku pun memulai tahu bagaimana berhemat menafkahkan kekayaan hidup.

   Adapun langkahku dalam hal yang bisa kudapatkan dari orang lain adalah menerima watak dan perilaku mereka sebagai suatu kesatuan. Aku tidak membeda-bedakan mereka berdasarkan perbedaan individual. Semula ciptaan yang satu bagiku menyayatkan rasa sakit dan putus pengharapan puluhan bahkan ratusan kali. Dan setiap kali aku meresa benturan yang datang tiba-tiba, sepertinya kau menyibak suatu yang baru dan belum pernah terbayangkan sebelumnya.

   Kemudian bersama waktu aku membiasakan diri menjadi bagi semua orang yang satu perhitungan dalam perimbangan kasat dan kerugian. Kerugian pun setidaknya banyak menurun. Inilah sebenarnya pencariannya yang dijanjikan. Aku mencoba mengumpulkan perilaku pada jenis-jenisnya dan masing-masing ku beri judul; pada manusia ada kebodohan, pada manusia ada kekurangan, pada manusia pertentangan dan hal-hal aneh, dan sebagainya seperti yang kita warisi secara turun temurun. Di situ tidak ada yang baru, dan pastinya adanya pada manusia.

   Jika aku mendapatkan suatu yang mengeruhkan dari orang lain, aku kembali membawanya kepada judulnya. Ternyata kutemukan ia terdaftar disitu. Yang tidak pernah kutunggu tidak membuatku kaget. Pada manusia ada pengaruh pada manusia ada kekurangan. Memang. Betul. Lalu, ada apa sebelumnya?! Ya, aku sudah mengetahuinya berkali-kali. Lantas mengapa harus merasa aneh? Mengapa harus mengeluh dan mengaduh?

   Lama kuamati diriku. Kuletakkan diriku dalam daftar. Aku pun tahu, ternyata dalam diriku ada juga watak dan prilaku seperti yang dimiliki orang lain. Maka, setiap kali mendapatkan perilaku semacam itu dari orang lain selalu kukatakan,”Engkau juga begitu”. Dengan demikian, tidak perlu diperhitungkan dan tidak pula harus mencaci orang lain.

   Nah, adapun langkahku dalam hal yang bisa didapat orang laindariku adalah menanyakan diriku sendiri setiap kali merasa benci dan mengeritik mereka, “apakah hal ini berarti bagiku?”. Dalam arti kata, “apakah kehilangan ridha mereka membuatku untung? Dan apakah kehilangan itu membuatku rugi?”. Jika mengandung untung dan rugi, berartihal itu bermanfaat bagiku. Aku harus mengatasinya sebisa mungkin tetapi jika tidak, aku tidak perlu mencapai dan berkurban.

   Aku selalu menghandalkan standar praktis, karena lari mengejar teori tiada akan berkesudahan. Maka, didepanku selalu kuletakkan lima atau enam sosok orang yang kukenal. Kutahu mereka tergolong ashhabul khuthwah (teladan) bagi orang lain. Pun bahwa orang-orang tidak menbenci dan mengeritik mereka. Dan aku bertanya,? “apakah engkau suka menjadi seperti mereka? Suka mendapatkan keridhaan sebagaimana yang mereka raih?”.

   Jawaban atas pertanyaan ini selalu member manfaat bagiku. Sebab, demikian itu menentukan tindakan yang harus kuambil. Atau, membebaskanku dari setiap pekerjaan. Pertanyaan itu pulalah yang menjelaskan kepadaku dalam banyak kesempatan bahwa keridhaan dan pujiaan adalah mata uang palsu, atau mata uang yang sebenar-benarnya.
                                      
                                 Selamat membaca semoga bermanfaat